Mindful Eating

Mindful Eating

Sebagian besar orangtua pasti pernah mengalami masa di mana anak sulit makan. Paling sering, si kecil melakukan GTM (gerakan tutup mulut) saat makanan sudah mendekati mulut. Jika sudah kehabisan ide, ujung-ujungnya orangtua akan menyodorkan gawai/ tivi untuk mengalihkan perhatian anak. Saat anak sudah asyik nonton, hap hap hap… mulut kecilnya dengan cepat membuka saat disodori makanan. Makanan habis, si kecil makan tanpa rewel, orangtua senang.

Hmmm… sebenarnya dengan makan sambil menonton tivi/ main gawai, anak tidak mengalami mindful eating. Mindful eating adalah suatu kondisi di mana anak makan secara sadar. Matanya melihat makanan, lidahnya mengecap makanan, hidungnya mencium aroma makanan, telinganya mendengar suara kunyahan, dan tangannya aktif menyuap. Di Home Sweet Home Daycare, kami memberikan pengalaman mindful eating pada anak-anak. Mereka makan bersama sambil ngobrol satu sama lain. Beberapa guru juga kadang ikut makan bersama untuk memberikan role model makan yang baik. Ada juga anak yang ogah makan, atau meninggalkan tempat duduk saat makanannya belum selesai. Yah… namanya juga anak-anak. Tugas para guru adalah mengingatkan agar mereka menyelesaikan makan. Para guru menjelaskan bahwa anak-anak butuh makan supaya kuat dan bisa bermain lagi. Penjelasan sederhana, sesuai dengan level kognitif anak.

Kalau gak sambil nonton, anakku makannya lama banget. Bisa 2 jam baru habis tuh makanan!!!

Kebanyakan orangtua menargetkan makanan anak berdasarkan porsi. Nasi dan lauk-pauknya harus habis, biarpun dalam durasi waktu 2 jam. Di Home Sweet Home Daycare, kami makan dengan berdasarkan waktu. Waktu makan siang mulai dari jam 11.30. Jam 12.30, habis tidak habis, waktu makan selesai. Kami percaya bahwa anak memiliki sensor lapar dan sensor kenyang. Saat mereka merasa lapar, mereka akan minta makan. Saat mereka merasa kenyang, mereka akan berhenti makan. Justru apabila anak dibiarkan makan sambil menonton tivi atau main gadget, sensor lapar dan sensor kenyang mereka tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Saat dewasa, mereka mungkin saja menjadi obesitas karena makan terus tanpa merasa kenyang.

Kegiatan makan adalah kegiatan yang akan berlangsung terus seumur hidup anak, jika tidak dilakukan dengan situasi yang menyenangkan (anak dipaksa makan sampai 2 jam yang penting makanannya harus habis), maka seumur hidupnya anak akan terus menerus merasa bahwa makan adalah suatu hal yang tidak menyenangkan. Mari kita buat suasana makan menjadi suasana yang menyenangkan. Makanlah bersama anak tanpa gangguan tivi atau gawai. Mengobrollah sambil makan, ceritakan pengalaman hari itu. Fokus pada durasi makan daripada porsi makan. Tiap anak memiliki porsi makan yang berbeda-beda. Jika anak sudah terlanjur makan sambil menonton tivi/ main gawai, kurangi durasi nonton tivi/ main gawai saat makan. Ganti dengan permainan nyata (misalnya dengan mobil-mobilan) atau sambil membaca buku. Perlahan-lahan, biasakan anak untuk makan sendiri dan merasakan pengalaman mindful eating.

 

Leave a Reply